Sabtu, 31 Desember 2016
Kisah Islami : Berpuasa Mencari Kedamaian
Berpuasa mencari kedamain
Beberapa tahun kemudian, ketika Asy-Syibli tengah menunaikan haji, ia melihat kepala perampok yang dulu pernah merampas barangnya tengah mengenakan pakaian ihram dan duduk didekat ka'bah. Asy-Syibli kemudian menghampitinya.
"Apakah Anda adalah orang yang pernah kujumpai beberapa tahun yang lalu?" tanya Asy-Syibli dengan ragu.
"Benarkah? Tapi aku telah lupa, entah dimana Anda pernah bertemu dengan diriku?" jawab kepala perampok itu sambil mengamati orang yang berdiri dihadapannya.
"Maaf, bukankah Anda yang dulu pernah menjadi pimpinan gerombolan perampok itu?"
"Oh! aku baru ingat sekarang. benar, aku bersama anak buahku dulu pernah merambas barang-barang anda. Dan puasa selalu kulakukan itu telah menuntun dan menarik diriku kejalan yang benar dan damai ini."
........
~Sekian~
Ketika Asy-Syibli berada dalam rombongan kafilah dari Syam, ditengah jalan rombongan itu dicegat oleh segerombolan perampok. Barang-barang mereka dirampas dan kemudian diserahkan kepada kepala-kepala gerombolan perampok itu.
Dari kantung barang rampasan, salah seorang perampok menemukan gula kenari, mereka kemudian beramai-ramai memakannya. namun kepala perampok itu tak ikut makan.
"Mengapa tidak ikut makan gula kenari bersama anak buah anda?" Tanya Asy-Syibli
kepada kepala perampok itu.
kepada kepala perampok itu.
"Aku sedang berpuasa" jawab kepala perampok.
"Anda melakukan pekerjaan yang merugikan orang lain, menjarah, merampok, dan bila perlu membunuh untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Tapi sungguh aneh, sekarang Anda melakukan puasa?" kata Asy-Syibli penuh keheranan
"Kami inin mencari kedamaian," jawab kepala perapok itu.
"Tapi, seharusnya Anda tidak melakukan pekerjaan yang kurang terpuji ini."
"Entahlah. Mudah-mudahan nanti aku akan meninggalkan pekerjaan ini," Kata kepala perampok itu seraya mengajak anak buahnya untuk meninggalkan tempat itu.
Beberapa tahun kemudian, ketika Asy-Syibli tengah menunaikan haji, ia melihat kepala perampok yang dulu pernah merampas barangnya tengah mengenakan pakaian ihram dan duduk didekat ka'bah. Asy-Syibli kemudian menghampitinya.
"Apakah Anda adalah orang yang pernah kujumpai beberapa tahun yang lalu?" tanya Asy-Syibli dengan ragu.
"Benarkah? Tapi aku telah lupa, entah dimana Anda pernah bertemu dengan diriku?" jawab kepala perampok itu sambil mengamati orang yang berdiri dihadapannya.
"Maaf, bukankah Anda yang dulu pernah menjadi pimpinan gerombolan perampok itu?"
"Oh! aku baru ingat sekarang. benar, aku bersama anak buahku dulu pernah merambas barang-barang anda. Dan puasa selalu kulakukan itu telah menuntun dan menarik diriku kejalan yang benar dan damai ini."
........
~Sekian~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar