Selasa, 22 November 2016
Kisah Islami
Sehat Dalam Kesederhanaan
Ketika Rasulullah mengimami shalat isya' berjama'ah,para sahabat yang makmum dibelakang beliau sangat cemas, karena terlihat Rasulullah agak kurang sehat. dalam melakukan gerakan ruku', sujud, dan seterusnya, terdengar suara tulang persendian Rasulullah bergemeletuk.
Seusai salam, Umar bin Khathab bertanya khawatir; "Ya Rasulullah, apakah engkau sedang kurang enak badan?" "Tidak sahabatku, Umar. Aku sehat-sehat saja," jawab Rasulullah."Tapi mengapa setiap kali Rasulullahmenggerakkan badan melaksanakan rukuk shalat kami mendengar
suara bunyi tulang Anda yang berkeretakan?" kata Umar.
Mula-mula Rasulullah tak ingin memberitahukan apa yang didengar oleh para sahabat, karena hal itu sama dengan membuka rahasianya. karena para sahabat tampaknya merasa was-was memperhatikan keadaan dirinya, Rasulullah kemudian melepaskan pakaiannya.
Terlihat oleh para sahabat, Rasulullah telah mengikat perutnya yang kempis dengan selembar kain yang didalamnya diisi dengan batu kerikil untuk mengganal perutnya guna menahan lapar. Batu-batu kerikil itulah yang berbunyi bergemeletuk sepanjang Rasulullah menjadi imam shalat isya' itu.
"Ya Rasululla, apakah sudah sehina itu anggapanmu terhadap kami? Apakah engkau mengira, seandainya Rasulullahmengatakan lapar kami tidak bersedia memberimu makanan yang paling lezat? Bukankah kami semua hidup dalam kemakmuran?" Kata Umar dengan nada penuh kesedihan.
Rasulullah tersenyum ramah. "Tidak Umar, Aku tahu, kalian para sahabatku adalah orang-orang yang setia padaku," Kata Rasulullahkemudian. "Jangan hanya sekedar makanan, harta benda bahkan nyawa sekalipun akan kalian serahkan padaku sebagai rasa cinta kepadaku. Tetapi dimana akan kutaruh mukaku dihadapan panggilan Allah kelak dihari pembalasan jika diriku sebagai pemimpin justru menambah beban orang-orang yang aku pimpin?"
Umar bin Khathab terdiam, demikian juga pada sahabat yang lain.mereka merenungi peringatan yang terkandung dalam ucapan Rasulullah tersebut. Sebagai seorang pemimpin hendaknya senantiasa kebih mementingkan kesejah teraan ummat dari pada kepentingan sendiri.
Ketika itu, penguasa Mesir, Muqauqis, mengirim seorang tabib ke Madinah sebagai tanda persahabatan. Tabib itu di beri tugas untuk melayani penduduk Madinah yang terserang penyakit.namun selama dua tahun tabib itu berada di Madinah, sama sekali tak pernah mengobati atau memberi obat pada seorang pun penduduk Madinah. Hal itu menandakan bahwa tingkat kesehatan penduduk Madinah benar-benar terjaga.
karena keberaannya di kota Madinah tabib itu hanya menganggur, dan tak pernah memiliki pasien. ia menjadi bosan dan kemudian bertanya kepada Rasulullah,
"Ya Rasulullah, apakah penduduk Madinah ini takut untuk berobat pada seorang tabib?" "Terhadap musuh saja tidak takut, kenapa mesti takut berobat kepada tabib?" jawab Rasulullah. "Tapi kenapa selama dua tahun saya dikirim dan tinggaldi Madinah, tak seorang pun dari penduduk Madinah yang berobat kepada saya?" tanya tabib itu. "Karena penduduk kota Madinah tidak ada yang sakit." jawab Rasulullah. "Masak tak ada seorangpun daro seluruh penduduk kota Madinah yang mengidap suatu penyaki?" tanya tabib itu kurang percaya. "Untuk membuktikan ucapnku, silahkan periksa seluruh pelosok kota Madinah." sahut Rasulullah.
Esok harinya, tabib dari Mesir itu menyusuri seluruh pelosok Madinah guna membuktikan ucapan Rasulullah. Ternyata memang di seluruh pelosok kota Madinah, tanin itu tak pernah menjumpai orang yang tengah menderia sakit. Hal tersebut membuat tabib itu terkagum-kagum dan bertanya kepada Rasulullah.
"Bagaimana caranya sampai seluruh penduduk Madinah dan sekitarnya sehat-sehat, dan tidak ada satupun yang sakit. "Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum kami lapar. Jika kami makan, tidak sampai terlalu kekenyangan. Itulah resep untuk hidup sehat, yaitu memakan makanan yang halal dan baik. dan makanlah untuk taqwa, tidak sekedar memuaskan hawa nafsu." jawab Rasulullah.
Mendengar penjelasan Rasulullah, tabib dari Msir itu semakin mengagumi cara hidup penduduk Madinah yang sehat.
~.........~
Jumat, 04 November 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
